Member Area
Gallery
PT.Wahana Sejahtera Jaya Bersama,Jual Manganese/Mn
DIJUAL BATU BARA / STEAM COAL INDONESIA
Test Report Dari Pertamina Zico Cetane Booster
Test Report Dari Pertamina Zico Octane Booster
Lokasi
>Home
Selamat Datang, Tamu
Search Produk
[Kembali Ke Daftar Produk]
Partikel Nano Elastis
  Semakin berkembangnya teknologi , manusia semakin membutuhkan kecepatan gerak dari suatu tempat ke tempat lain dengan hitungan waktu yang cepat. Sehingga terjadi revolusi industri yang dalam beberapa dekade saja sudah tercipta angkutan super cepat melalui laut,darat dan udara.Sehingga tercipta nya suatu system turbo cyclone dalam mesin yang dipakai di laut,darat dan udara.

Kecepatan gerak ini akan berhubungan langsung dengan system mesin yang menunjang-nya.Karena mesin terdiri dari dua permukaan yang saling bersentuhan/bergesekan Maka diperlukan minyak pelumas(oli) . Fungsi pelumas adalah "memisahkan" dua permukaan logam yang saling bergesekan itu agar keausan dapat dikurangi. Jika tidak ada lapisan pelumas, bisa dibayangkan apa jadinya. Mesin bisa rontok! Pertama kali pelumasan mesin yang berbasis minyak di sebut minyak pelumas Berbasis Mineral. Khalayak publik saat ini berlomba untuk mengembangkan pelumas yang ber-basis fluid yang dipercaya sebagai satu2 nya pelumas yang paling cocok pada system mesin. Maka berbagai varian timbul, diantaranya "Oli Sintetis" PAO = Poly-alpha-olefin yang lagi naik daun dimana bahan dasar dibuat polymerisasi katalitik ethylene yang diolah lalu dicampur dengan bahan kimia lain-nya. Bahan2 treatment / Additive lain ditambahkan supaya mem- perbaiki performa pelumas.”Semi sintetic” adalah campuran antara pelumas mineral dan sintetic.

Tidak bisa dipungkiri - pelumas - atau yang lebih popular disebut oli - merupakan bagian tak terpisahkan dari kendaraan bermotor. Tanpa pelumas, mobil secanggih apapun dipastikan tidak akan bisa bekerja. Pada manusia, pelumas adalah darah. Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja sebuah mesin, baik otomotif maupun industri. Salah memilih pelumas bisa berakibat fatal. Bila mutu pelumas jelek dan tercemar, mesin bisa rontok dalam waktu dekat. Pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin.

Akan tetapi aditif yang ditambahkan banyak yang blunder / salah sasaran yaitu contoh :
1. Pelumas pada mesin berbahan bakar bensin akan lebih encer dari pada berbahan bakar solar(biasanya menggunakan kode angka yang mewakili kekentalannya,contoh (SAE10-W40,SAE 40,SAE5-W50 dll).Tapi produk Additive untuk mobil bensin yang beredar memiliki kekentalan jauh lebih kental diatas pelumas untuk mobil bensin itu sendiri ,bahkan diatas mobil solar. Sehingga dalam aplikasinya (karena begitu kentalnya) Aditive tsb perlu di campur pelumas dan diaduk diluar mesin selama 15 menit. Akibat pemberian Additive kental ini memang membuat mesin lebih terasa kurang getaran nya ,tapi dalam pemakaian akan membuat akselerasi mesin semakin berat , boros bahan bakar dan dalam pemakaian jangka panjang akan menimbulkan kerusakan/keausan dini . Apalagi jika dalam RPM sangat tinggi ,tidak jarang mengalami LOG pada bagian2 mesin-nya. Ini adalah salah satu kesalahan persepsi dari aditif.
2. Adanya persepsi bahwa mesin tidak boleh dingin karena akan mengurangi efisiensi pemakaian bahan bakar.Sebenarnya yang tidak boleh terlalu dingin pada mesin adalah bagian pembakarannya(terlalu panas pun juga gak boleh) tapi bagian Engkol (crank case-didalam nya terdapat poros engkol dan batang torak) harus tidak boleh terlalu panas(panas menandakan tidak sempurnanya pelumasan).
3. Import minded atau ada persepsi bahwa Pelumas yang “mahal dan made in / lisensi luar negeri bagus”.Padahal orang luar negeri tidak mengerti prilaku orang Indonesia dalam menyikapi mobil / kendaraan-nya.contoh sbb :
- Di Indonesia kalau mobil tidak sampai mogok tidak di service.Ini beda di luar negeri, mobil harus memiliki gas buang yg standar kalau tidak pasti kena “denda yg jauh lebih besar dari men-service”.(jadi pasti service rutin).Mobil juga di buang antara berumur 5-10 tahun.
- Kelembaban udara dan kadar debu di indonesia yg beda dgn di luar negeri.
- Kualitas bahan bakar indonesia yg tidak standar.(contoh: Solar/Bensin dari balongan pasti beda dgn yg dari cilacap.dll)
- Hal ini Terbukti lebih dari 70% market share pelumas di kuasai oleh Pertamina yg made in Indonesia.Karena Pertamina tahu betul prilaku orang indonesia dan kwalitas bahan bakarnya.(karena bahan bakar buatan pertamina).

Ciri – ciri additive yang benar jika dicampur pelumas(oli) adalah :
1. Menghindari terjadinya friksi
2. Melengkapi capaian beban puncak
3. Mengurangi masukan tenaga / irit tenaga
4. Mencegah kontak langsung antar metal
5. Perlindungan langsung terhadap keausan
6. Merontokan kerak dan debu
7. Melindungi dari uap dan karatan
8. Tidak terpengaruh oleh perubahan suhu(dingin / panas)
9. Mencapai seluruh bagian mesin dengan baik
10. Aktif melindungi permukaan logam dalam pemakaian jangka panjang
11. Koefisien gesek jauh lebih rendah dari pelumas pada umumnya
12. Menetralisasi pengaruh bahan kimia yang timbul akibat pembakaran.
13. Membersihkan ruang mesin dari sisa pembakaran.
14. Membuat system mesin Menggelincir dengan tidak ada hambatan.
15. Tidak mempengaruhi keberadaan oksigen
16. Memaksimumkan kompresi, mempertahankan tekanan.

Klasifikasi Mutu Pelumas (API Service)
Untuk mengukur standar mutu pelumas dipakai standar American Petroleum Institute (API) Service. American Petroleum Institute adalah sebuah lembaga resmi di Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia, yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin. Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL (untuk mesin bensin) dan CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4 (untuk mesin diesel). Pelumas yang memenuhi standar mutu ditandai dengan pencantuman kata "API Service", diikuti dengan klasifikasinya. Contoh : Pennzoil GT Performance Plus, API Service SJ.

Pelumas dengan API Service SL lebih baik kemampuan kerjanya dari SJ. Pelumas dengan API Service SJ lebih baik dari API Service SH, demikian seterusnya, yang berlaku juga untuk mesin diesel. Pelumas dengan API Service CH-4 lebih baik kemampuan kerjanya dari pelumas API Service CF-4. Oleh pembuat mesin, setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi apa yang harus digunakan, yang tercantum dalam buku manual. Menggunakan pelumas yang spesifikasinya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh pembuat mesin, tidak jadi masalah. Tetapi sangat tidak disarankan menggunakan pelumas dengan klasifikasi lebih rendah dari yang ditentukan karena akan berakibat kurang baik pada mesin.

Tingkat Kekentalan
Untuk mengurangi gesekan dan keausan, dibutuhkan "lapisan" di antara dua permukaan yang bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam. Lapisan pelumas ini diperlukan dengan ketebalan yang minimum. Ketebalan lapisan pelumas tergantung pada kekentalan. Kekentalan adalah karakteristik yang sangat penting dari pelumas. Kalau kekentalan pelumas tinggi, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tebal. Kalau kekentalan rendah, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tipis.

Kalau standar API dipakai untuk mengukur standar mutu pelumas, maka untuk mengukur tingkat kekentalan pelumas dipakai standar SAE - Society of American Engineers.

Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu :
1. Pelumas dengan kekentalan tunggal (Mono Grade)
Monograde ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90, dll .Pelumas dengan kekentalan ganda (multi grade)
2. Pelumas dengan kekentalan ganda (Multi Grade)
Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya SAE 10W-40, SAE 20W-50, dll .Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relative sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. Kini yang banyak digunakan adalah pelumas multi grade. Pelumas multi grade memiliki rentang kekentalan yang relatif luas atau lebar, sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Contohnya pelumas SAE 20W-50. Huruf W pada SAE 20W-50 menunjukkan bahwa bila pelumas dipakai pada suhu rendah (W=winter/dingin), pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 20. Sementara angka 50 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 50. Dibanding dengan pelumas mono grade, maka pelumas multi grade bisa disebut "dingin tidak beku, panas tidak cair". Karena sifatnya yang fleksibel mempertahankan kinerja pada berbagai tingkatan suhu, maka pelumas ini relatif cocok dipakai untuk semua mesin.

Penjelasan Klasifikasi Mutu Pelumas diatas sungguh sangat memusingkan dan ruwet. Sehingga produsen mobil harus membuat klafikasi oli sendiri untuk setiap model/tahun pembuatan atas produk-nya.Padahal di indonesia banyak merk mobil juga banyak model-nya dan banyak tahun pembuatan. Banyak kwalifikasi menandakan bahwa memang pelumas berbasis liquid saja seharusnya sudah tidak relevan lagi. Akan tetapi dalam penggunaan-nya pelumas berbasis liquid masih di perlukan dalam fungsi pendinginan dan penetralisasi kimia sisa pembakaran. Sehingga dalam aplikasinya disimpulkan bahwa kombinasi liquid dan particle Nano sangat disarankan.

Teknologi muktakhir Additive adalah "Particle Nano Elastic (PNE) yang memenuhi specifikasi diatas .Karena partikel akan berada ditengah-tengah pertemuan logam dalam sistem mesin sehingga nyaris tidak ada gesekan .Karena mesin demikian lancar sehingga bunyi mesin sangat ringan ,irit bahan bakar dan mengurangi timbul-nya panas akibat gesekan. PNE berkerja aktif melumasi setiap bagian mesin bahkan bagian terpencil dari setiap sudutnya (karena berukuran nano).PNE juga tidak pusing dengan kekentalan oli mau mono/double grade is ok karena oli hanya sebagai media-nya saja (yang penting di jaga volume-nya).Hal ini dapat dibuktikan melalui demo test metal friction.--Demo--

PNE juga diperlengkapi dgn 15 formula lain nya untuk memahami ”Prilaku manusia indonesia” dalam memakai mesin dan juga menetralisasi bahan bakar yg berubah-ubah dan tidak standar.

Produk ini made in Indonesia karena memang buatan orang indonesia yang tahu betul prilaku serta kwalitas bahan bakar yang tidak standar di indonesia sebagaimana Pertamina juga bisa memahami-nya.

Cara yang paling optimal dalam menggunakan aplikasi PNE yaitu :
1. Jangan ganti pelumas anda dulu
2. Isi dengan PNE dan pakai sampai 3000-4000 Km
3. Setelah 3000-4000 Km Ganti pelumas dan isi lagi dengan PNE 
4. Setelah step diatas boleh dipakai 7.500 Km
5. Dan setelah 7.500 Km ganti pelumas dan tambahkan PNE boleh dipakai sampai 15.000 Km
6. Dan setelah 15.000 Km ganti pelumas dan tambahkan PNE boleh dipakai sampai 20.000 Km
7. Dan setelah 20.000 Km ganti pelumas dan tambahkan PNE boleh dipakai sampai 20.000 Km dan seterusnya
8. Ganti filter Oli pada setiap penambahan PNE karena kerak dan debu di-titipkan / berkumpul disini dan lakukan pembilasan / Engine flush pada pipa-2 penghubung nya-.(pipa pada oli in--pompa oli--filter oli)
oil
Pakailah pelumas standar pertamina yang termurah sudah cukup karena pelumas hanya sebagai media saja dan tidak ikut dalam pelumasan. Yang aktif melumasi adalah PNE= ” Particle Nano Elastic ”. Buktikan sendiri dan rasakan seolah anda duduk pada sofa yang empuk dan tidak ingin turun dari kendaraan anda. --Demo--